DESA TABANIO
KECAMATAN TANGKISUNG
“KEBUDAYAAN
ASLI MASYARAKAT DESA”
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan
yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa,
adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keanekaragaman budaya
yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan
negara yang kaya akan budaya. Budaya adalah suatu pola
hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek
budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Kebudayaan berasal
dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam
bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat penting bagi kita sebagai manusia, maka seharusnyalah kita menjaga
budaya-budaya yang telah diwariskan oleh leluhur-leluhur kita dahulu, sebagai
tanda bahwa kita ikut melastarikan budaya yang ada di negeri ini.
Terciptanya
atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi antara manusia
dengan segala isi alam raya ini. Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan
akal pikirannya menjadikan mereka khalifah di muka bumi dan diberikan
1
kemampuanyang disebutkan oleh
Supartono (dalam Rafael Raga Maran, 1999:36) sebagai daya manusia. Manusia
memiliki kemampuan daya antara lain akal, intelegensia, dan intuisi; perasaan
dan emosi; kemauan; fantasi; dan perilaku.
Sekarang
ini banyak masalah yang terjadi dalam kebudayaan, Sebagai contoh yang kongkrit,
bila ada hari-hari besar di Indonesia masyarakat sekarang umumnya memperingati
dengan cara hura-hura/meminum-minuman keras. Kurangnya kesadaran dan tidak
adanya filterisasi menjadi ancaman yang serius untuk kebudayaan di Indonesia.
Tak hanya itu, lunturnya kebudayaan di Indonesia disebabkan oleh arus
globalisasi yang sangat cepat, dimulai dari tekhnologi, hingga bahasa pun
menjadi korban. Kita lihat saja, jarang sekali anak-anak sekarang yang
bermain-permainan daerah, yang meraka tahu hanya playstation(PS). Itu contoh
yang sangat buruk bagi Indonesia. Bukan hanya itu banyaknya kebudayaan
Indonesia yang di claim oleh negara lain pun menjadi ancaman yang sangat serius
bagi bangsa Indonesia, kurang proteksi dan jarangnya ditampilkan suatu
kebudayaan, tersebutlah yang menyebabkan Indonesia telah kehilangan banyak
budaya atau di claim oleh negara lain.
Akan tetapi sungguh tidak etis bila kita
hanya membicarakan pengaruh-pengaruh yang dapat melunturkan kebudayaan di
Indonesia. Kita selaku bangsa dan rakyat Indonesia seharusnya pun sadar, akan
pentingnya bentuk suatu kebudayaan apa lagi budaya asli masyarakat desa (budaya
lokal). Bukan hanya memahami, akan tetapi mulai dari sekarang mencoba untuk
tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia.
2
Selain itu, harus ditingkatkannya rasa
nasionalisme untuk negara Indonesia. Dalam hal ini pentinglah untuk
melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia ini termasuk juga kebudayaan asli
masyarakat desa misalnya dengan Pengenalan peninggalan sejarah dan
budaya kepada masyarakat dan peserta didik, atau dengan dijadikannya museum
umum.
Apabila masalah kebudayaan yang terjadi di
negeri ini dibiarkan berlarut-larut, apalagi masalah budaya yang ada di
masyarakat pedesaan hal ini sangatlah berpengaruh nigatif untuk masa depan dan
bisa-bisa sudah tidak ada yang kenal lagi dengan budaya aslinya, hal ini sangat
memperhatinkan. Maka dari itu masalah kebudayaan ini apalagi kebudayaan asli
masyarakat desa sangat penting diteliti, agar bisa ditemukan pemecahan masalah
yang terjadi selama ini.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan
masalah yang akan diteliti dalam tugas penelitian mata kuliah Ilmu Sosial dan
Budaya Dasar ini, merumuskan tentang:
1.
Apa
sebenarnya kebudayaan asli masyarakat desa itu.
2.
Apa
arti dan konsep kebudayaan asli masyarakat desa.
3.
Bagaiamana
sejarah kebudayaan asli masyarakat desa.
4.
Serta
apa saja tujuan dan manfaat kebudayaan asli untuk masyarakat desa.
C. Tujuan
Penelitian
Melihat rumusan masalah yang akan dikaji dalam tugas
penelitian ini maka penelitian ini mempunyai tujuan antara lain :
1.
Menambah
pengetahuan penulis mengenai kebudayaan asli masyarakat desa.
3
2.
Mengetahui
arti dan konsep kebudayaan asli masyarakat desa.
3.
Dapat
mengetahui asal-usul atau sejarah kebudayaan asli masyrakat desa, dan
4.
Untuk
menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai tujuan dan manfaat kebudayaan asli
masyarakat desa.
D. Manfaat
Penelitian
Pendidikan sebagai upaya untuk membangun bangsa dan
melastarikan budaya, termasuk menjadi agenda utama penyelenggaraan pemerintah
baik pusat maupun daerah. Namun bagaimana agenda itu bisa berjalan sesuai
dengan konsepnya jika sumber daya manusianya sudah mulai melupakan kebudayan
asli masyarakat desanya, hal ini menjadi tanda tanya besar, mengingat
masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang multikultural atau memiliki
keragaman budaya, etnis, suku, ras dan agama.
Berkaitan dengan masalah di atas, tugas penelitian
mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar mengenai kebudayaan asli masyarakat
desa ini, maka hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara
lain :
1.
Secara
tioretis
Dalam menyusun tugas penelitian ini
penulis berharap agar penelitian ini tidak hanya memberikan masukan dan
pengalamn saja, tetapi agar mampu meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
2.
Secara
praktis
Peneltian ini juga diharapkan bisa
memberikan suatu titik terang dan gambaran singkat mengani kebudayaan asli
masyarakat desa Tabanio dan cara melestarikan kebudayaan tersebut.
4
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.
Kebudayaan
1. Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
“kultur” dalam bahasa Indonesia. Beberapa definisi kebudayaan menurut para ahli
:
a. Edward B.
Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang
sebagai anggota masyarakat.
b. M. Jacobs
dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang
meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda,
yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
c. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
5
d. Dr. K.
Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan
yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku,
baik secara individu maupun kelompok.
e. William H.
Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat
peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang
jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang
layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
f. Ki Hajar
Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia
adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan
alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai
rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai
keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
g. Francis
Merill
Kebudayaan
adalah pola-pola
perilaku yang di hasilkan oleh interaksi sosial baik itu semua perilaku dan
semua produk yang dihasilkan oleh seseorang sebagai anggota suatu masyarakat
yang di temukan melalui interaksi simbolis.
h. Bounded
et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang
terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui
simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang
digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu
masyarakat.
6
Pesan-pesan
tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media,
pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
i.
Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian
perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang
dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di
alihkan secara genetikal.
j.
Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu
yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat,
norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya
sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui
pendidikan formal atau informal.
k. Arkeolog
R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil
usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Dari
berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu
sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan
perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai
makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi
seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
7
Berdasarkan wujudnya tersebut,
kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
Ø Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada
semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan
material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian
arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan
material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang,
stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
Ø Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
2. Kebudayaan Asli
Kebudayaan asli merupakan kebudayaan yang
berada pada daerah tertentu dan kebudayaan ini biasanya tercipta melalui
gagasan pemikiran yang tercipta dengan wujud tingkah laku, adat istidat dan
lain-lain. Kebudayaan asli dimana adat istiadat menjadi ciri khas tertentu yang
bisa dikatakan sebagai idiologi masyarakat tersebut, hal ini bisa dicirikan
dengan sistem kekeluargaan melalui jalur pernikahan dan lain sebagainya. Kebudayaan
merupakan aset yang paling berhaga yang dimiliki oleh suatu negara terutama
kebudayaan asli masyarakat desa (daerah/lokal) yang harus selalu dilestarikan
dan dipertahankan terus-menerus serta harus diwariskan agar tidak hilang
kebudayaan tersebut.
8
Kebudayaan asli masyarakat
desa (lokal) disini tidak hanya mengacu pada wilayah geografis, khususnya
kabupaten/kota, dengan batas-batas administratif yang jelas saja, tetapi lebih
mengacu pada wilayah budaya yang seringkali melebihi wilayah administratif dan
juga tidak mempunyai garis perbatasan yang tegas dengan wilayah budaya lainnya.
Kata budaya asli juga bisa mengacu pada budaya milik penduduk asli (inlander)
yang telah dipandang sebagai warisan budaya. Berhubung pelaku pemerintahan
Republik Indonesia adalah bangsa sendiri, maka warisan budaya yang ada menjadi
milik bersama. Ini berbeda situasinya dengan Negara Australia dan Amerika yang
warisan budayanya menjadi milik penduduk asli secara eksklusif sehingga penduduk
asli mempunyai hak untuk melarang setiap kegiatan pemanfaatan yang akan berdampak
buruk pada warisan budaya mereka (Frankel, 1984).
B.
Masyarakat
Beberapa definisi masyarakat (society)
menurut para ahli seperti :
1. Mac Iver
dan Page Mangatakan bahwa : “Masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata-cara,
dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari
pengawasan tingkahlaku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang
selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan
hubungan sosial. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial. Masyarakat
selalu berubah”.
2. Ralp
Linton “Masyarakat merupakan setiap kelompok yang telah hidup dan bekerja
bersama dan cukup lama sehingga merika dapat mengatur diri mereka dan
menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang
dirumuskan dengan jelas”.
9
3. Selo
Soemardjan menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama,
yang menghasilkan kebudayaan.
Kesimpulan dari beberapa difinisi masyarakat di atas
adalah :
a)
Manusia yang hidup bersama
b)
Bercampur untuk waktu yang cukup
lama
c)
Mereka sadar bahwa mereka satu
kesatuan
d)
Mereka merupakan suatu sistem
hidup bersama
C.
Pelastarian
Kebudayaan asli masyarakat Desa
Bangsa Indonesia
terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua sebagaimana
tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda-beda tetap
satu jua “Kebudayaan asli masyarakat desa dimana kebudayaan ini belum terjamah
oleh kebudayaan asing merupakan suatu yang harus tetap kita pertahankan karena
ini merupakan salah suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu
supaya kebudayaan-kebudayaan asli yang ada di masyarakat-masyarakat pedesaan
ini tetap ada marilah kita jaga bersama, adapun cara memelihara kebudayaan asli
masyarakat desa atau bahkan kebudayaan-kebudayaan asli yang ada pada bangsa ini
adalah sebagai berikut :
l.
Melalui Media Massa
Media massa mempunyai tugas dan
kewajiban selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi
segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan
atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain
sebagainya) dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang
tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan tanpa ada batasan kurun
waktu.
10
Oleh karenanya, dalam komunikasi
melalui media massa, media massa dan manusia mempunyai hubungan saling
ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai
kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media massa membutuhkan berita
dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri
maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya di lain pihak, manusia
membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan
tertentu.
Televisi sebagai media publik
mempunyai daya tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau radio
mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik dan
sound effect, maka televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki unsur
visual berupa gambar, dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar hidup
yang mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini selain
melebihi radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat dinikmati di
rumah dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain menyajikan film juga
program yang lain seperti seni tradisional. Sesuai fungsinya, media massa
(termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi lainnya yang cukup
penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi
media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat
fungsi media tersebut adalah:
ü Pengawasan (Surveillance)
ü Korelasi (Correlation)
ü Penyampaian Warisan Sosial (Transmission
of the Social Heritage)
ü Hiburan (Entertainment)
11
2. Pementasan – Pementasan
Walau
tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan
dengan berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya
tradisional di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara
berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung
oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media
massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali
akan bergairah.
3. Melibatkan peran pemerintah
Mengembalikan
peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya
justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada
dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja, dan
tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan,
menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat
memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya
budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.
4. Menyelenggarakan
mata pelajaran muatan lokal
Dengan adanya sekolah yang menyelanggarakan
mata pelajaran Muatan Lokal dan ekstrakurikuler wajib berbasis pelestarian seni
budaya setempat, dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki
kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat mengetahui
kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia.
12
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A. Metode Penelitian yang Digunakan
Dalam tugas penelitian ini penulis/peneliti menggunakan
metode penelitian secara kualitatif, alasan utama kenapa peneliti memakai
sistematika metode penelitian secara kulitatif karena hasil dari penelitian ini
dapat teruji kebenarannya dan memiliki sumber yang kuat serta akurat.
Sistematika metode penelitian secara kualitatif juga
menyajikan bahan yang sesuai dengan fakta dilapangan dan memiliki sumber data
yang jelas serta bisa dipertanggung jawabkan, itu kenapa peneliti dalam tugas
penelitian ini memakai metode penelitian secara kualitatif.
B. Tempat penelitian
Tempat penelitian dalam tugas penelitian yang berjudul
kebudayaan asli masyarakat desa ini, mengambil tempat di desa Tabanio kecamatan
Tangkisung Kabupaten Tanah Laut.
C. Sumber Data
Sumber data tugas penelitian mengenai kebudayaan asli
masyarakat desa ini, dengan menyeimbangkan bahan bacaan dan teori-teori yang
ada, serta informasi yang didapat dari hasil wawancara dengan masyarakat di
desa Tabanio kecamatan Tangkisung.
13
D. Instrumen Penelitian
Instrument
yang digunakan pada penelitian ini adalah menyeimbangkan bahan bacaan
(buku-buku dan sumber lainnya) dan wawancara dengan masyarakat yang ada di desa
Tabanio dan dengan aparat-aparat di desa Tabanio kec. Tangkisung. Serta dalam
tugas penelitian ini penulis pada instrument juga mengambil simple berupa
foto-foto. Hasil penelitian ini dapat dinyatakan, bahwa penduduk di desa
Tabanio kecamatan Tangkisung masyarakatnya memiliki banyak kebudayaan dan
peninggalan sejarah dari nenek muyang mereka, tetapi dalam konteks ini yang
jadi permasalahannya adalah bagaimana menjaga dan melestarikan kebudayaan
tersebut, karena dengan arus globalisasi dan modernesasi saat ini mulai banyak
anak muda di desa Tabanio yang seharusnya menjadi pewaris kebudayaan malah
mereka melupakan kebudayaan tersebut.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data peneliti
tidak bisa berpedoman dengan buku saja tetapi lebih dari itu melakukan beberapa
cara diantaranya:
ü Observasi
artinya peneliti harus meninjau kelapangan dengan melihat semua aspek yang ada
di masyarakat tersebut dan menalaah apakah di lapangan data-data yang
dibutuhkan untuk tugas penelitian itu ada, atau sebaliknya.
ü Wawancara
kepada warga masyarakat, peneliti bersama tim rumbongan yang sudah dibagi
melakukan wawancara dengan warga masyarakat di desa (desa Tabanio), sambil
mengelilingi desa tersebut apabila ada masyarakat yang mungkin melakukan suatu
kebudayaan maka peneliti dalam hal ini mulai bertanya dengan masyrakat
tersebut.
14
ü Pengambilan sample berupa foto-foto. Hal ini
sangat perlu, karena selain keabsahan data yang didapat secara pendapat dan
jawaban dari hasil wawancara, maka perlulah ada suatu pembukti yang bisa berupa
foto.
F. Teknik Analisis Data
Setelah data-data berhasil penulis /peneliti rangkum maka
data-data tersebut di analisis kembali kebenarannya, artinya di sini penulis
kembali meninjau keakuratan data dan informasi yang didapat itu apakah sudah
sesuai dengan konsep atau apakah masih ada data yang salah /belum tersedia.
Adapun tekniknya :
ü Mengkaji
data yang didapat
ü Merangkum
dalam suatu konsep
ü Mencari
bukti-bukti yang berkaitan dengan konsep
ü Menyempurnakan
data yang didapat dengan menambahkan dari teori-teori yang ada dibahan bacaan
ü Dan
menjadikan hasil penelitian akhir
G. Pengujian Keabsahan Data
Data hasil penelitian tidak bisa langsung disajikan menjadi
bahan bacaan, maka peneliti terlebih dahulu menguji keabsahan data yang
diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan, adapun di sini peneliti dalam
menguji keabsahan data dengan menyeimbangkan bahan kajian secara teortis dengan
hasil observasi wawancara dan pengambilan sample, hal ini dilakukan agar data
yang diperoleh dapat akurat serta memiliki sumber yang jelas.
15
H. Jadwal Penelitian
Adapun
jadwal penelitian yang bertempat di desa Tabanio kecamatan Tangkisung Kabupaten
Tanah Laut ini mulai hari Kamis tanggal 2 Juni 2011 sampai pada hari sabtu
tanggal 4 Juni 2011.
16
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Penelitian
Setelah mengkaji, meneliti dan meninjau lebih jauh mengenai
kebudayaan asli masyarakat desa Tabanio yang berada di Kecamatan Tangkisung
ini, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di desa Tabanio Kecamatan
Tangkisung memiliki kebudayaan asli yang tercipta dari gagasan pemikiran
orang-orang /nenek muyang meraka dahulu. Tetapi ada permasalahan yang timbul,
yakni bagaimana melestarikan dan menjaga kebudayaan tersebut ?”.
Adapun desa Tabanio (Tabeniouw atau Taboeniouw) adalah salah
satu desa
di Kecamatan Takisung,
Tanah Laut,
Kalimantan Selatan,
Indonesia.
Di peta kabupaten, lokasi desa di tepi Laut Jawa itu nyaris tak tampak. Apalagi
pada peta besar Provinsi Kalsel. Tetapi, tidaklah sulit mencapai desa nelayan
tersebut. Dari kota kabupaten, Pelaihari, Tabanio bisa dicapai dengan
menggunakan berbagai jenis kendaraan melintasi jalan beraspal sepanjang 23 km atau
83 km dari Kota Banjarmasin. Memasuki Tabanio akan segera tampak ratusan kapal
motor (KM) berbagai ukuran yang diparkir di anak-anak Sungai Tabanio. Kesibukan
khas desa nelayan pun sangat mencolok, di sana para pemilik kapal beserta anak
buah kapal (ABK) sibuk membersihkan palka. Sebagian lagi ada yang tengah
menjahit rengge atau jaring tradisional mereka yang robek dihantam ranting
kayu.
17
GAMBAR
4.1
Peta
Desa Tabanio
Sumber:
Google Imagery, 2011
GAMBAR
4.2
Kapal
Motor di Sungai Tabanio
18
Tidak
seperti desa nelayan pada umumnya yang kumuh dan tidak teratur, Tabanio di
Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), tertata rapi dengan bangunan
permanen maupun semipermanen yang cukup baik. Ketika perekonomian negeri ini
terempas badai krisis, nelayan Tabanio bahkan merasa tidak mengalami krisis.
Mereka bahkan tidak membolehkan anak-anaknya yang masih usia sekolah ikut
melaut supaya bisa terus belajar agar kelak hidupnya lebih baik. Sayangnya,
akhir-akhir ini mereka harus menghadapi gangguan perompak yang tak segan
merampas semua hasil tangkapan mereka, bahkan juga kapal mereka. Tabanio
hanyalah desa kecil di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut.
TABEL 4.1
Letak Desa Tabanio
|
Letak
Desa Tabanio di Kecamatan Tangkisung Kabupaten Tanah Laut secara Geografis
|
|
|
Garis
lintang katulistiwa
|
Batas-batas
wilayah
|
|
114,603o
– 114,697o Bujur Timur
3,72207o
– 3,99539o Lintang Selatan
|
Sebelah
Utara : Kecamatan Kurau
Sebelah
Timur : Kecamatan Pelaihari
Sebelah
Barat : Laut Jawa
Sebelah
Selatan : Kecamatan Panyipatan
|
Melihat Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang
didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai
anggota masyarakat. Maka dari hasil
penelitian dan wawancara di desa Tabanio kecamatan Tangkisung ini penulis dapat
menerangkan bahwa masyarakat di desa Tabanio memiliki kebudayaan asli dari
masyrakat Tabanio tersebut, berikut kebudayaan asli desa Tabanio:
19
1)
Pengetahuan
dan keilmuan
Masyarakat desa
Tabanio dalam mencari mata pencaharian sebagai nelayan memiliki pengetahuan dalam
cara mencari ikan, biasanya masyarakat nelayan di desa Tabanio mencarikan pada
pertengahan bulan atau disaat bulan purnama dan mencari ikan tersebut paling
cepat 7 hari dan paling lama 18 hari, hal ini kata mereka ikan-ikan di laut
berkumpul untuk mencari makan, pada saat itulah ikan-ikan bisa ditangkap
melalui ringgi (jaring ikan) dan hasilnya pun cukup memuaskan. Pengetahuan dan
ilmu ini tidak diperoleh begitu saja, melainkan karena budaya yang tercipta
dari belajar dan pengelaman, sehingga mayuritas nelayan di desa Tabanio pergi
melaut /mencari ikan pada bulan-bulan purnama.
GAMBAR 4.3
Kapal Motor yang Sedang Mau
Berangkat Mencari Ikan
20
2)
Kepercayaan
Kepercayaan dalam kebudayaan mengandung
arti yang lebih luas, tidak hanya mengenai agama dan kepercayaan terhadap tuhan
semata. Tetapi juga dimensi lain di luar diri dan lingkungannya yang dianggap
mampu mengandalikan hidup manusia.
Masyarakat di desa Tabanio, masih
cundung atau masih banyak yang mempercayai hal-hal gaib, ada dua hal yang bisa
membuktikan itu: 1). Masyarakat di desa Tabanio pada akhir tahun atau bulan
November masih diadakannya selamatan pantai, tetapi yang menariknya di sini
pada selamatan itu ada sesajin untuk orang-orang gaib (penunggu laut/ pantai)
bahasa orang di sana datu laut yang menjadai penunggu di lautan Tabanio.
Selamatan pantai ini juga bertujuan untuk bersyukur kepada tuhan yang maha esa,
atas limpahan rejeki yang diberikan. 2). Pada malam jum’at warga masyarakat
Tabanio dilarang keluar malam untuk jalan-jalan, apalagi jalan-jalan kedekat
pantai. Apalagi bagi anak-anak gadis yang masih lajang, kecuali ada acara
tertentu baru dibolehkan untuk keluar malam jum’at.
3)
Kesenian
dan keagamaan
Kesenian yang ada pada masyarakat di
desa tabanio tidaklah banyak, dari hasil penelitian penulis cuma mendapatkan
informasi kesenian di desa Tabanio, hal ini banyak dipengaruhi oleh agama,
misalnya saja apabila pada bulan-bulan tertentu misalnya bulan Rabiul Awal
tahun Hijriah, di adakan maulidan, atau pada bulan yang lain Isra mi’raj diadakan
acara baayun di dalam mesjid di desa Tabanio dan bulan Ramadan biasanya sapari
Ramadan, serta sebagian masyarakat di sana masih melakukan ziarah kekubur sanak
keluarga pada pagi dihari jum’at.
21
GAMBAR 4.4
Acara Maulidan
Pada Bulan Rabiul Awal
GAMBAR 4.5
Baayun Pada Isra
Mi’raj
22
4)
Moral
Masyarakat di desa Tabanio, orang-orang
tuanya selalu mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang agama agar anak-anak mereka
mempunyai akhlak yang baik dan berbudi pekerti yang agung, maka dari itu
masyarakat di desa Tabanio dikenal juga dengan warga masyarakat yang religus.
5)
Hukum
dan istiadat
Kalau mengenai hukum masyrakat di desa
Tabanio tidak memiliki hukum adat tersendiri, sebagai warga negara Indonesia mereka
menjunjung tinggi hukum yang ada di Indonesia ini, adapun apabila ada warga
masyarakatnya yang bertengkar atau terjadi kejahatan hukum, maka biasanya
diselesaikan dengan jalur kekeluargaan dahulu, kecuali apabila jalur
kekeluargaan tidak berhasil maka baru kejalur hukum/ diserahkan ke polisi.
TABEL 4.2
Kebudayaan Tabanio
|
Kebudayaan
Asli Masyarakat Desa Tabanio
|
|
|
No
|
Nama Kebudayaan
|
|
1
2
3
4
5
|
Sistem mencari ikan, mencari ikan
pada pertengahan bulan.
Selamatan pantai
Acara-acara keagamaan: Habsyian,
maulidan dll.
Kepercayaan kepada hal-hal yang
gaib
Kekerabatan keluarga
|
23
Dari
hasil penelitian ini dapat dilihat bahwasanya masyarakat di desa Tabanio kec.
Tangkisung, memiliki ragam budaya yang kesemua itu asli dan terwujud dari
masyarakat /penduduk di desa tersebut. Namun dengan bergantinya zaman dan masa,
sudah banyak kebudayaan-kebudayaan tersebut yang sirna ditelan waktu.
GAMBAR 4.6
Peta
Potensi Kab. Tanah Laut
6)
Kemampuan-kemampuan Lain yang Didapat Oleh Seseorang Sebagai
Anggota Masyarakat
Masyarakat
di desa Tabanio memiliki ragam budaya hal ini diantaranya juga dipengaruhi
karena masyarakatnya yang multikutural, artinya di desa Tabanio ini tidak hanya
ditempati masyarakat asli penduduk disana tetapi juga masyarakat pendatang.
Karena faktor inilah bebarapa kebudayaan timbul, misalnya saja dari segi
kemampuan yang didapat dalam segi mata pencaharian, contohnya pembuatan kerupuk
talang dan kerupuk lainnya asli buatan desa Tabanio.
24
GAMBAR 4.7
Kerupuk Asli Tabanio
B.
Pembahasan
Tabanio
adalah nama desa kecil yang terletak di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah
Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Sebuah wilayah yang merupakan batas
antara ekosistem laut dan daratan. Menjaga kebudayaan agar tetap dilestariakan
di desa Tabanio ini tidaklah mudah harus butuh dukungan dari semua
masyrakatnya, tetapi kesadaran akan pentingnya kebudayaan tersebut mulai
terkikis dan kebudayaan asli terganti oleh kebudayaan baru yang dipengaruhi
oleh zaman dan waktu.
Desa
Tabanio berada di kawasan pesisir menjadi habitat berbagai organisme.
Selain itu pesisir juga menjadi wahana bagi manusia untuk beraktivitas.
Masyarakat hidup dari bertani, berkebun, beternak, mengumpulkan hasil tangkapan
di laut, dan aktivitas lainnya. Tetapi mata pencaharian yang paling dominan
yaitu sebagai nelayan.
25
Dalam sebulan,
para nelayan di Tabanio umumnya melaut selama 15 hingga 20 hari dan kemudian
disusul beristirahat untuk bercengkerama dengan anak dan cucu. Jenis ikan yang
paling dicari para nelayan adalah ikan tengiri, bambangan, telang, dan tongkol
yang harga keringnya antara Rp 30.000 - Rp 40.000 per kilogram yang biasanya
dijual di daerah sekitarnya seperti Pelaihari, Bati-bati dan lain-lain, bahkan
penjualan ikan kering di desa Tabanio ini sampai ke Kalimantan Tengah.
Setelah peneliti
mengkaji dua aspek di atas pertama mengenai kebudayaan dan sumber daya alam,
maka peneliti mengetahui dari permasalahan yang terjadi di desa Tabanio
kecamatan Tangksung ini mengenai kebudayaan, maka jawaban sebagai solosi
sementara yang mungkin bisa dilakukan adalah peran warga masyarakat dalam
melestarikan kebudayaan-kebudayaan perlulah ditingkatkan dan diseimbangkan
dengan kuntribusi terhadap mata pencaharian melalui sumber daya alam yang ada,
karena dengan arus globalisasi dan modernesasi saat ini kita sering terpangaruh
bahkan mengikuti budaya-budaya dari barat (luar) sehingga kebudayaan asli yang
menjadi jati diri kita sebagai warga masyarakat Indonesia yang memiliki ragam
budaya yang banyak sudah mulai terlupakan.
26
Tidak ada komentar:
Posting Komentar